Syariah Bagian 4

Friday, February 10, 2012

KONTRAK DALAM ISLAM

Dasar kontrak dalam Islam adalah Muamalat.
Arti kata Muamalat/ Muamalah adalah dari kata 'AMALA-YU'AMILI-MU'AMALATAN 'yang berarti saling bertindak, saling berbuat dan saling beramal.
Didalam fiqih, Muamalat tersebut memiliki pengertian
Aturan Allah yang mengatur manusia dengan manusia lain dalam usahanya untuk mendapatkan alat-alat keperluan jasmaninya dengan cara yang paling baik" (Idris Ahmad) atau Muamalah adalah tukar-menukar barang satu /sesuatu yang bermanfaat dengan cara-cara yang telah ditentukan  (Rasyid Ridho) "(Rahcmat Syafiie, Fiqih Muamalah). 
Ruang lingkup yang dibahas dalam fiqih muamalah ini meliputi dua hal :


1. Muamalah Adabiyah: yaitu ditinjau dari subjeknya atau pelakunya. Biasanya yang dibahas mengenai HARTA dan IJAB QOBUL


2. Muamalah Madiyah : ditinjau dari segi objeknya.
Meliputi :
Al Ba'i (jual beli), Syirkah (perkongsian), Al Mudharabah (Kerjasama), Rahn (gadai), Kafalah dan Dhaman (jaminan dan tanggungan), Utang piutang, Hiwalah (pemindahan utang), Upah, Sewa menyewa (Ijarah) Syuf'ah (gugatan), Qiradh / Qard (memberi modal), Ji'alah (sayembara), Ariyah (pinjam meminjam), Wadi'ah (titipan), Musaraqah, Muzara'ah dan Mukhabarah, Riba, Dan beberapa permasalahan kontemporer (asuransi, bank dll), Ihyaulmawat, Wakalah

Dengan dasar Muamalat tersebut, maka ada dua jenis kontrak yang akan terbentuk, yaitu :

- Wa'ad = Janji antara satu pihak kepada pihak yang lainnya, dimana pihak yang diberi janji tidak memikul kewajiban kepada pemberi janji, dan bila janji tersebut tidak terpenuhi yang diterima oleh pemberi janji adalah sanksi moral.

Contoh : misalkan suatu hari kita di tolong oleh seseorang, maka kita mengucapkan janji, bahwa bilamana suatu hari nanti kita akan membalas kebaikan orang tersebut. Jika kita membalas kebaikan orang tersebut, maka kita melakukan janji kita, akan tetapi jika tidak kita lakukan, kita akan merasa "bersalah" atau orang-orang akan menyebut kita berbohong.

- Akad = Kontrak yang dibuat oleh kedua belah pihak yang saling bersepakat, dan syarat serta ketentuannya sudah ditetapkan secara terperinci dan spesifik. Bila kewajiban dari kedua pihak tidak dipenuhi, maka sanksi yang diterima sesuai dengan kesepakatan.

Contoh : Akad Nikah, akad jual beli rumah, dan lain sebagainya.
Baik, kita lanjutkan lagi mengenai Akad tersebut, Akad (kontrak) ada 2 jenis, yaitu :

- Kontrak Tabarru' atau "Dana kebajikan", dimana kontrak ini adalah kontrak yang saling menguntungkan, bukan transaksi untuk mencari keuntungan.
- Kontrak Tijarah : Kontrak yang bertujuan untuk mencari keuntungan.


Skema kontrak tabarru' adalah sebagai berikut :

Photobucket 
sedangkan kontrak tijarah adalah sebagai berikut :
Photobucket

Syariah bagian 4 - Kontrak Dalam Islam ini saya cukupkan sampai disini dahulu, semoga artikel ini dapat memberikan wawasan dan informasi bagi kita semua untuk memahami arti syariah dalam asuransi.

Jika anda ada pertanyaan atau komentar seputar artikel ini, mohon untuk tidak segan-segan mengisi di kolom komentar dibawah ini.


2 comments :

maaf sobat baru OL saya jadi baru sempat komentar di blog sobat. artikelnya sangat informatif sobat, apalagi mereka yang ingin tau banyak tentang syariah terutama syariah di dunia perbankan. Sukses selalu sobat

Thanks to come and comment out article @belajar komputer.

Post a Comment

 
 
 

Sitti