Syariah Bagian 3

Friday, February 10, 2012

ASURANSI SYARIAH

Sebelum kita membahas asuransi syariah, ada baiknya kita lihat dahulu sejarah asuransi syariah tersebut, sebagai berikut sebelum masuk di Indonesia khususnya Asia, sebagai berikut :

Asuransi syariah pertama kali didirikan pada tahun 1979 di Sudan dengan nama Sudanese Islamic Insurance, ditahun yang sama (1979), asuransi syariah didirikan di Arab dengan nama Islamic Arab Insurance Co. Tahun 1981, asuransi syariah didirikan di Geneva dengan nama Dar Al-Maal Al-Islami, tahun 1983, asuransi syariah didirikan di SA Luxembourg dengan nama Islamic Takafol Company (ITC), tahun 1983 pula, di Bahamas didirikan asuransi syariah dengan nama Islamic takafol & Re-takafol Company, tahun 1983 juga di Bahrain EC didirikan asuransi syariah dengan nama Syarikat Al-Takafol Al-Islamic, tahun 1985 didirikan dinegara malaysia dengan nama Takaful Malaysia.

Jadi Perusahaan asuransi syariah di Indonesia bukanlah hal yang baru karena perusahaan asuransi berbasis syariah memang sudah ada sebelumnya di negara-negara lain.

Ok, kalo begitu apa pengertian Asuransi Syariah tersebut ?
Asuransi Syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru' yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah (sumber : DSN -MUI).
Dengan pengertian tersebut diatas, maka :
- Asuransi Syariah adalah suatu "sistem" dimana para peserta (tertanggung) mendonasikan sebagian atau seluruh kontribusi (premi) yang mereka bayar untuk digunakan membayar klaim atas musibah yang dialami oleh sebagian peserta (tertanggung).
- Peserta Asuransi (tertangggung) melakukan risk sharing diantara mereka atau resiko ditanggung bersama-sama diantara para peserta (tertanggung)
- peranan perusahaan asuransi "terbatas" pada pengelolaan operasional perusahaan asuransi tersebut dan menginvestasikan dana tabarrru' untuk kemajuan dan kebaikkan para peserta.

Sekarang, apakah arti dari TABARRU' tersebut ?
Definisinya adalah : Sumbangan (dalam definisi Islam=Hibah), dana tabarru tersebut dibentuk untuk dan oleh para peserta asuransi (tertanggung) sendiri.

Peranan perusahaan asuransi adalah pengelolah dan operator atas dana tabarru tersebut diatas , sehingga perusahaan asuransi syariah bukanlah pemilik dana atas dana tabarru yang ada, perusahaan asuransi sebagai pengelolah dana tabarru' tidak diperbolehkan menggunakan dana tersebut jika tidak ada kuasa dari para peserta (tertanggung), sehingga jika untuk mengubah kontrak diantara para peserta (tertanggung) yang membuat adalah pihak yang menanggung resiko bersama tersebut yaitu para peserta sendiri.

Dengan adanya hal-hal yang diputuskan bersama tersebut, unsur Gharar dan Maysir akan hilang (lihat materi Syariah bagian 2)

Sehingga dari definisi dan pengertian sebelumnya, AZAS ASURANSI SYARIAH dan PRINSIP ASURANSI SYARIAH adalah :
- Adanya jaminan dan tanggung jawab bersama
- Penyertaan dana dalam sebuah skema yang disetujui bersama.
- Membantu satu sama lain dengan menggunakan rekening yang telah ditentukan (rekening Tabarru') untuk membayar kerugian atau resiko yang akan timbul.

Supaya lebih jelas perbedaan antara asuransi konvensional dengan asuransi syariah, saya tampilkan dalam gambar sebagai berikut :

ASURANSI KONVENSIONAL
Photobucket
Pada asuransi konvensional, pemilik polis/tertanggung mengalihkan resiko atas dirinya kepada perusahaan asuransi, sehingga dana/premi yang dibayar oleh pemilik polis/tertanggung adalah milik perusahaan asuransi/penanggung, oleh perusahaan asuransi tersebut, resiko atas diri pemilik polis/tertanggung dialihkan kepada perusahaan re_insurance.

ASURANSI SYARIAH
Photobucket
Pada asuransi syariah, Pemilik polis/tertanggung mengumpulkan dana/kontribusi/premi dalam sebuah Kumpulan dana Hibah / tabarru' sehingga pemilik atas dana/premi/kontribusi tersebut adalah pemilik polis/tertanggung sendiri, sehingga jika terjadi resiko atas pemilik polis/peserta, maka resiko itu ditanggung secara bersama-sama oleh para pemilik polis/peserta lainnya.

Saya cukupkan artikel Syariah bagian 3 ini, jika ada pertanyaan atau komentar silahkan menuliskan dikolom komentar.

0 comments :

Post a Comment

 
 
 

Sitti