Berkenalan-Etika-Polisasuransi

Saturday, April 28, 2012



Komunikasi - Berkenalan

polisasuransiSetiap hari, kita tidak lepas dalam pergaulan sosial. Hubungan pertemanan atau persahabatan baru adalah kegiatan yang kita lakukan sehari-hari. Semuanya itu terjadi melalui proses perkenalan.

Pertemuan pertama akan melahirkan "kesan" atau "image" tertentu pada masing-masing individu yang saling berkenalan. Itulah yang menjadikan seseorang atau kita sendiri sebagai patokan pertama kali dalam menilai seseorang. (Misal : Si A orangnya ramah, Si B orangnya pintar, Si C orangnya sombong, dan lain-lain)

Maka berhati-hatilah! dalam kesan pertama ini, karena hal ini sulit diulang dan hal tersebut sudah melekat selamanya pada orang yang menilai kita atau kita sendiri menilai orang lain yang kita ajak berkenalan tersebut.

Berkenalan sebagai pemecah kebekuan 
Tentu saja cara termudah dalam berkenalan adalah adanya orang ketiga yang akan memperkenalkan kita atau orang yang belum kita kenal. Dialah yang akan "seakan-akan" menjadi pemecah kebekuan dan kekakuan diantara dua orang atau lebih yang sebelumnya tidak saling kenal. Sebaiknya orang ketiga tersebut menyodorkan atau menyampaikan "intro" informasi mengenai kita atau orang yang hendak kita ajak berkenalan selengkap mungkin agar perkenalan menjadi lancar dan tidak canggung lagi.

Tanpa kehadiran orang ketiga tersebut, salah satu pihak harus lebih berinisiatif dalam memulai perkenalan, kalau tidak, kekakuan akan terasa sekali entah karena merasa sungkan, segan, malu, tidak nyaman dan lain sebagainya. Apalagi bila perkenalan itu terjadi antara pria dan wanita yang memiliki latar belakang yang berbeda.  
Tips: Cobalah berbasa-basi dahulu sebelum dilakukan perkenalan ini, setelah itu lakukan perkenalan sebagai mana adanya dan biarkan berjalan secara alami.

YANG WAJIB DILAKUKAN SAAT BERKENALAN :

- Ucapkan nama dengan jelas, mengapa?
Sering kali nama seseorang yang terucap tidak sama antara bunyi dengan nama yang terbaca. Terutama untuk orang-orang dengan nama asing. Misalkan Pieter, Sharron, dll. Untunglah nama saya adalah nama dheso, yang mudah di ucapkan di Indonesia. Orang-orang sering menyebut saya Cahyadi atau Adi. (tapi kalo di Luar negeri mungkin nama saya adalah nama asing, ya..... hehehe)

Memang dalam budaya tertentu, akan terasa canggung menyebut nama sendiri dengan gamblang atau lengkap, anda takut dikira sombong atau sok. (Misalkan : Perkenalkan Nama saya Cahyadi Pranajaya Kho, Sarjana Ekonomi, Sarjana Hukum, Certified Financial Planner bla bla bla, saya biasanya cuma menyebut nama saya Cahyadi...............seperti itu, loh maksudnya...........)

Tapi, STOP berpikir yang bukan-bukan dan sebutkan nama anda dengan jelas! Sekarang ini, mendapatkan kenalan baru yang berbeda suku, bangsa, dan bahasa bukanlah hal yang jarang ditemui. Semisal, dalam budaya barat/western, ketidakjelasan menyebutkan nama anda dapat menyebabkan anda dikira sebagai orang yang tidak berterus terang dan cenderung menyembunyikan sesuatu! (jika nama anda memang sulit dieja atau gelar yang pan............jang sekali, penggunaan kartu nama akan sangat membantu, pembahasan mengenai kartu nama, akan saya bahas di bagian lain dalam artikel bersambung ini)

Lakukan Kontak Mata
Sorot mata yang ramah akan menunjukkan niat baik anda. Biasanya kontak mata terjadi sekitar 3 detik. Menunduk atau mengalihkan pandangan akan menimbulkan kesan buruk (bayangkan jika kita berkenalan dengan seseorang, dan orang tersebut melihat sesana kemari....bikin jengkel, khan? ...kalo ketemu pelawak Tukul, bisa disuwek-suwek tuh orang!..hehe)

Jabatan tangan dengan erat
Jabatan tangan yang baik adalah bukanlah seperti memeras santan! tapi lakukan dengan tenaga yang secukupnya, selain tidak menyakiti tangan orang yang baru kita kenal tapi juga menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang hangat dan percaya diri.

MEMPERKENALKAN ORANG LAIN
Tidak jarang anda dalam posisi memperkenalkan teman anda kepada orang lain, berikut pedoman dan tips cara memperkenalkan orang lain (tips ini termasuk memperkenalkan  calon pacar anda, calon mertua, calon mitra bisnis, atasan anda dan lain sebagainya)

1. Dalam budaya kita, wanita diutamakan dalam pergaulan, artinya wanita biasanya lebih didahulukan ketimbang pria. Jadi, saat memperkenalkan orang lain, prialah yang diperkenalkan terlebih dahulu kepada wanita baru setelah itu wanita kita perkenalkan kepada pria tersebut. 

Contoh : saya memperkenalkan istri saya kepada teman pria saya yang bertemu disuatu tempat
- (badan menghadap istri) Mama, ini teman papa sewaktu SMA, namanya Soni, sekarang dia bekerja di PT. X, berkeluarga dan tinggal di surabaya
- (badan menghadap teman saya) Soni, ini istri saya, namanya Diana, dia ibu rumah tangga sekaligus agen asuransi di PT. Sequislife.
- Istri saya kemudian saling berjabatan tangan sambil menyebut nama masing-masing.

Pertanyaannya, bagaiman kalo yang kita kenalkan sama-sama wanita? 
Tip dari saya : menurut anda siapakah yang lebih "senior"? maka kenalkan yang wanita yunior kepada wanita yang lebih senior dahulu, setelah itu kenalkan wanita yang yunior tersebut kepada wanita yang lebih senior tadi (ribet ya, jelasinnya! kalo kurang dipahami, mohon tulisan diatas diulang dan dibaca secara  perlahan...please....sampai mengerti  :)

2. Ketentuan No. 1 diatas tidak berlaku, bilamana teman pria/wanita tersebut adalah orang penting atau orang yang kedudukannya lebih tinggi, misalkan orang tua, atasan, guru, dan seterusnya, maka perkenalkan orang yang lebih penting tersebut dengan teman anda yang lebih muda atau kedudukannya lebih rendah terlebih dahulu! sehingga dengan demikian teman anda yang kedudukannya lebih tinggi tersebut merasa mendapat kehormatan.

DUDUK ATAU BERDIRI?
Umumnya dalam budaya barat/western, wanita yang sedang duduk tidak wajib berdiri saat bersalaman. Ini berlaku pula untuk orang yang sudah tua atau sedang sakit.

Sedangkan dalam budaya kita, sebaiknya berdirilah sebentar pada saat diperkenalkan dan bersalaman. Sesudahnya anda bisa segera duduk.

Tentu saja bila orang yang datang belakangan adalah orang yang dihormati, kita baru boleh duduk setelah orang itu duduk atau paling tidak duduk pada saat  yang bersamaan dengan orang yang dihormati tersebut.

Demikian halnya ketika ada yang berpamitan dan meninggalkan ruangan, tidak ada salahnya kita berdiri sejenak untuk menyalaminya.

DON'T DO -  DALAM PERKENALAN

- Melakukan perkenalan di tempat ramai, jalan yang hiruk pikuk, pasar, supermarket, dalam lift yang berjubel, dan lain sebagainya. Selain kondisi lingkungan yang kurang mendukung, anda tidak ingin orang-orang disekitar anda menjadi tanda tanya atau merasa terganggu karenanya. Perkenalan bisa ditunda untuk sementara waktu, begitu ada ruangan yang lebih senyap atau tidak ramai, perkenalan bisa dilanjutkan.

- Jangan asal tabrak saja melontarkan pertanyaan yang terlalu pribadi pada orang yang baru anda kenal. Sebaiknya ajukan pertanyaan yang bersifat umum-umun saja dan sedikit demi sedikit menjelaskan/bertanya mengenai identitas orang yang baru anda kenal tersebut lebih lanjut. Misalkan nama, tempat kerja dan pertanyaan lainnya.

- Kalau anda baru saja berkenalan dengan seorang lawan jenis, dan langsung menawarkan diri untuk datang kerumahnya atau mengajaknya keluar, kira-kira apa yang ada dalam pikiran orang yang baru anda kenal tersebut?
Tidak mustahil orang baru yang anda kenal tersebut akan mati-matian berusaha menghindar dari anda. Mungkin saja anda pada saat itu bermaksud baik dan tidak ingin menyia-yiakan waktu dan kesempatan sehingga mengabaikan norma-norma pergaulan yang santun, tapi tindakan anda tersebut akan sangat berkesan kasar serta tidak lazim/tidak santun. (kalo begini, saya jadi ingat masa lalu....hik...hik)

DO -  DALAM PERKENALAN
Sebenarnya, apa pun yang anda kerjakan secara logis, tidak merugikan orang banyak, bisa menjadi pegangan dalam pergaulan sehari-hari ,termasuk pula dalam hal perkenalan diri.
Tentunya masing-masing pihak memiliki kepentingan tertentu dalam bersosialisasi, tapi mohon diingat, lakukanlah dengan cara-cara yang bisa diterima oleh orang banyak, ya....

Sekian artikel seputar tehnik komunikasi-perkenalan ini, setelah pendahuluan, tehnik komunikasi-basa basi sebelumnya, Semoga artikel ini berguna bagi kita semua.


Nantikan artikel saya selanjutnya dalam serial tehnik komunikasi lainnya. Masih ada bagian-bagian lainnya yang masih dalam draft dan sedang saya siapkan (Bagian yang ada : Komunikasi, Gaya hidup, busana, pesta dan jamuan makan, dunia kerja, silahturahmi, bepergian, protokoler, dan lain-lainnya) Itu belum terbagi dalam sub menu lainnya loh!

Jika anda ingin berlangganan artikel-artikel kami secara teratur, kami sarankan anda dapat mendaftarkan diri di kolom berlangganan. Semuanya Gratis-tis....alias ....Free....di sidebar kanan atas blog polisasuransi ini.

Dan jika anda merasa artikel ini berguna dan bermanfaat bagi anda, mohon kesediaannya memberikan komentar atas artikel ini, sebagai rasa kasih dan perhatian anda.
Terima kasih, Salam sukses untuk Anda!

2 comments :

kunjungan belum terlalu malam

terima kasih sobat @rudy hartono telah sudi mampir dan memberikan komentar di blog saya. Ditengah-tengah sibuknya ngeposting tentang euro 2012, mas rudy masih sempat mampir dan berkomentar. Saya menghargai atas perhatian sobat rudy hartono.
Salam untuk seluruh keluarga!

Post a Comment

 
 
 

Sitti