Polisasuransi-Komentar-Etika

Saturday, April 28, 2012


Polis Asuransi - Etika - memberi KOMENTAR

PhotobucketAyo coba anda hitung, berapa banyak komentar yang meluncur dari mulut Anda saat menonton suatu acara di depan televisi misalkan pertandingan sepak bola, acara infortaiment, dan lain-lainnya.

Anda akan terkejut sendiri jika menghitung komentar anda tersebut.

Apakah komentar anda asal-asal? Askom (asal komentar)? IYA, kalau Anda bukan pakar dalam bidang tersebut.

Komentar yang baik disertai dengan data dan analisa yang mendalam.

Semakin akurat datanya, semakin obyektif pula pandangan dan pendapat anda. Jadi, hati-hati jangan memberikan komentar serampangan atau asal-asalan yang tidak mendasar jika tidak ingin disebut dengan "Sok Tahu".

Bercerminlah Dahulu
Memberi komentar itu tidak ubahnya seperti melempar kritik, dan tidak ada orang yang suka di kritik!
Jadi ingatlah, sebelum Anda memberikan komentar akan suatu hal, sebaiknya bercermin dahulu.
Apakah komentar anda terhadap orang lain sudah dilakukan oleh diri anda sendiri? Jangan dengan mudah mengomentari orang lain yang melanggar aturan, padahal anda sendiri ternyata juga sering melalukan perbuatan tidak terpuji tersebut.

Jadi, boleh atau tidak kita berkomentar?
Tentu saja boleh, asalkan suasananya memang memungkinkan dan memang ada hal-hal tertentu yang menjadi pertanyaan atau ganjalan dalam hati.
Kalo masih ada ganjalan di hati, Anda memang perlu meminta keterangan untuk menjelaskannya.

Tips dalam berkomentar
1. Berhati-hatilah dalam pemilihan kata-kata. Penggunaan bahasa dan kata-kata yang kasar, entah itu lisan ataupun tulisan, hanya akan merugikan diri anda sendiri. Tentunya anda tidak ingin maksud baik anda menjadi salah paham, bukan?

2. Mungkin ada benarnya bahwa komentar atau kritik tertulis akan terasa lebih lunak, tapi tunggu dulu.... itu tergantung pada penguasaan anda dalam bahasa tulisan anda.
Biasanya kalau anda sedang sangat emosional, kalimat-kalimat yang anda pilih juga tetap tajam, setidaknya cukup sinis...(betul tidak?)
Jadi saran saya, mendingan tidak usah mencoba menyampaikan komentar dalam bentuk tulisan jika penguasaan kalimat atau penulisan anda belumlah betul-betul menguasainya.

3.  Tidak ada ruginya belajar bagaimana memberikan komentar-komentar yang sopan dan santun. Jika anda dalam keadaan mendesak, sebaiknya tetap memberikan komentar yang "smart" atau orang sering menyebutnya diplomatis...
Ini memang bukan soal yang mudah, tapi perjuangan anda untuk mempelajarinya dan melakukannya akan menghasilkan imbalan yang layak (siapa tahu terpilih sebagai menteri sekretaris negara...hehe)

Menyikapi Komentar
Jika anda mendapati komentar yang tidak enak, coba endapkan dahulu komentar tersebut. Periksa diri se-obyektif mungkin dan lakukan introspeksi diri.
Bisa saja komentar yang tidak enak tersebut betul, artinya kelemahan atau kekurangan anda tanpa anda sadari terpancar, terucap atau dilakukan oleh anda.
Jika keadaanya demikian, akuilah kesemuanya itu dengan kebesaran hati, perbaiki kekurangan dan kelemahan anda.
Memang untuk bisa menerima sebuah komentar apalagi yang tidak enak, kadang kala juga dipengaruhi kultur masing-masing orang, akan tetapi hal itu bukan berarti anda tidak dapat mengubahnya demi kemajuan dan kebaikan anda sendiri, bukan?

Demikian artikel serial Etika-Komunikasi mengenai Memberi komentar, semoga sharing artikel ini membawa kebaikan untuk anda dan saya.

Jika anda merasa artikel-artikel kami cukup menarik, anda bisa berlangganan via email di bawah ini :

Masukkan alamat email anda:


Dan sebagai insan yang memiliki kekurangan dan kelemahan, kami persilahkan anda untuk memberikan komentar untuk perbaikan diri kami.

Terima kasih.

0 comments :

Post a Comment

 
 
 

Sitti