Investasi dengan Gaji Kecil, Kenapa Tidak ?
Gaji kecil bukan berarti tidak bisa berinvestasi. Justru sebaliknya, berinvestasi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Apalagi seiring sejalan kebutuhan terus meningkat. Karena itu, tak salah bisa menyisihkan sekian persen dari pendapatan untuk diinvestasikan.
Memang mustahil jika ingin berinvestasi memerlukan dana yang besar namun kenyataannya dana yang dimiliki terbilang sedikit.
Hal ini lantaran dari pendapatan rutinnya yang terbilang pas-pasan. Meski demikian untuk berinvestasi tidaklah menjadi halangan jika ingin serius dalam mengelola keuangan.
“Gaji kecil tidak masalah, karena investasi tidak mengenal batasan modal,” papar Perencana Keuangan Aidil Akbar yang dikutip dari Harian Neraca beberapa waktu lalu.
Dikatakan pria berkaca mata ini, bergaji kecil semisal Rp 3 atau 4 juta Rupiah per bulan memungkinkan seseorang bisa berinvestasi. Seperti, menanam saham.
Pertimbangannya, kata Aidil, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6.46 persen (data : Harian Neraca) membuat investor tak segan menanamkan modalnya di Indonesia.
Investasi saham saat ini, kata dia, merupakan instrumen yang menarik untuk dipilih, karena memiliki prospek yang masih bagus dan menjanjikan.
“Kalau punya alokasi budget semisal 2 juta rupiah, bisa disisihkan sekitar 500 ribu untuk invest dalam bidang apa pun misalnya, retail atau bisa juga investasi dalam bentuk asuransi yang berbasis tabungan. Kalau dikumpulkan dalam jangka panjang bisa berjumlah besar,” kata dia.
Berbicara soal sektor potensial untuk berinvestasi, Aidil mengatakan saat ini pertumbuhan ekonomi nasional banyak di sokong sektor konsumsi. Karena itu, saham di perusahaan yang bergerak di sektor konsumsi akan baik pertumbuhannya. Selain itu, sektor perbankan juga memiliki prospek yang bagus untuk dibeli oleh masyarakat. Karena perbankan masih mengucurkan kredit ke masyarakat.
Meski berprospek, Aidil mengingatkan agar jangan menjadikan saham sebagai wadah investasi untuk waktu jangka pendek. Sebab, investasi jangka pendek hanya membuat resiko rugi semakin besar.
Menurut dia, alternatif dalam berinvestasi untuk kondisi individu bergaji kecil adalah deposito atau reksadana. Dia mengatakan baik deposito atau reksana dana sangat aman. “Deposito cenderung aman, namun bunganya kecil, tapi cukuplah untuk biaya pernikahan,” kata dia.
Dengan demikian rasanya bukan suatu halangan lagi jika anda ingin berinvestasi dengan jangka panjang, namun terbentur dengan penghasilan yang pas-pasan. Pilihlah bentuk investasi yang benar-benar anda sanggup melakukannya.

0 comments :
Post a Comment