Artikel ini saya dapatkan ketika saya mengunjungi sebuah Rumah Sakit di Surabaya dalam rangka membesuk dan melayani nasabah saya yang mengalami kecelakaan lalu lintas.
Apakah Maksud dari Interaksi Obat dan Makanan?

Makanan dapat menurunkan atau meningkatkan efek obat. Interaksi antara obat dan makanan dapat terjadi ketika makanan yang kita makan mempengaruhi obat yang sedang kita gunakan. Untuk menghindari terjadinya interaksi antara obat dan makanan, bukan berarti penggunaan obat dan makanan dalam waktu yang bersamaan tidak dapat dilakukan melainkan perlu pengaturan waktu minum obat dan makanan yang tepat.
Hal-hal yang dapat mempengaruhi besar kecilnya interaksi obat pada seseorang :
1. Usia
2. Berat Badan
3. Jenis Kelamin
4. Kondisi Pengobatan
5. Dosis Obat
6. Obat lain yang diterima
7. Vitamin, Herbal, suplemen serat yang sedang digunakan
Akibat interaksi obat dan makanan
1. Dapat menghambat kerja obat
2. Muncul efek samping obat yang merugikan atau menguntungkan
3. Muncul Efek samping baru.
Beberapa contoh Interaksi obat dan makanan (IM) dan perhatian waktu minum obat yang tepat (T) :
Alendronic Acid (Alovell) :
(IM) : Makanan dapat menyebabkan terbentuknya ikatan kompleks yang susah diabsorpsi.
(T) : Obat diminum pada saat perut kosong, minimal 30 menit sebelum makan dan dalam posisi duduk tegak selama minimal 30 menit. Hindari pemberian obat bersama makanan dan susu.
Ampicillin (Viccillin) :
(IM) : Makanan dapat memperlambat absorpsi obat
(T) : Ampicillin diminum pada saat perut kosong, 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan.
Antikoagulan, contoh Warfarin (Simarc-2) :
(IM) : Makanan yang banyak mengandung vitamin K dapat menurunkan efektifitas dari Warfarin.
(T) : Obat tidak boleh diminum bersama dengan makanan yang banyak mengandung Vitamin K, seperti brokoli, bayam dan rebung (bambu muda)...apalagi yang sudah tua jangan dimakan!
Bisacodyl (Dulcolax) :
(IM) : Makanan yang mengandung susu dapat melarutkan lapisan/salut gula, tablet bisacodyl dilapisi oleh salut enterik yang bertujuan untuk mencegah obat mengiritasi lambung.
(T) : Obat diminum pada saat perut kosong. Setelah minum obat, dalam waktu 1 jam tidak boleh makan makanan atau minuman yang mengandung susu.
Captopril (Capoten, Captesin) :
(IM) : Makanan dapat menurunkan absorpsi Captopril sekitar 42%-56%.
(T) : Obat diminum pada saat perut kosong, 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. Captopril dapat meningkatkan Kalium. Hindari makanan yang mengandung tinggi Kalium, seperti : Pisang, Jeruk, dan sayuran hijau. Peningkatan Kalium didalam tubuh dapat menyebabkan kecepatan denyut jantung menjadi tidak teratur.
Ciprofloxacin (Ciproxin) :
(IM) : Makanan yang mengandung kalsium dapat menyebabkan terbentuknya ikatan kompleks yang susah di absorpsi.
(T) : Obat tidak boleh diminum bersama makanan yang banyak mengandung kalsium, contoh : susu, yogurt
Cisapride (Guaporside, Predisia-5) :
(IM) : Makanan dapat meningkatkan jumlah obat yang diabsorpsi tetapi tidak meningkatkan kecepatan absopsi obat.
(T) : Cisapride diminum pada saat perut kosong atau diminum 15 menit sebelum makan.
Isosorbide dinitrate (Farsorbid, Cedocard) :
(IM) : Makanan dapat menurunkan absopsi obat
(T) : Isosorbide dinitrate diminum pada saat perut kosong, 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan.
Omeprazole (Losec, OMZ) :
(IM) : Makanan dapat menghambat absopsi Omeprazole
(T) : Obat diminum sebelum makan
Propranolol (Inderal) :
(IM) : Makanan yang banyak mengandung protein dapat meningkatkan jumlah obat di dalam darah.
(T) : Propranolol diminum pada saat perut kosong. Hindari makanan yang banyak mengandung protein seperti putih telur.
Perindopril (Bioprexum) :
(IM) : Makanan dapat menurunkan perindoprilat (bahan aktif obat) sekitar 43%
(T) : Perindopril diminum pada saat perut kosong.
Rifampicin (Rifamtibi, Rimactane) :
(IM) : Makanan dapat menghambat absopsi obat
(T) : Rifampicin diminum 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan
Sucralfat (Inpepsa) :
(IM) : Makanan dapat menurunkan efek obat
(T) : Obat diminum pada saat perut kosong, 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan atau pada malam sebelum tidur
Tetracycline (Tetrin) :
(IM) : Makanan dapat menurunkan absopsi obat sekitar 46%. Produk susu dapat menyebabkan terbentuknya ikatan kompleks yang susah diabsopsi sehingga menurunkan absopsi obat sekitar 20-75%.
(T) : Obat diminum 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. Hindari penggunaan Tetracycline bersama dengan makanan atau produk susu.
Theophylline (Theobron) :
(IM) : Absopsi obat meningkat apabila diminum bersama makanan yang mengandung tinggi lemak. Hal ini dapat beresiko toksik/berbahaya di dalam tubuh.
(T) : Hindari minum obat bersama makanan yang mengandung lemak tinggi
Meskipun tidak semua obat dipengaruhi atau dapat berinteraksi dengan makanan, sangatlah penting untuk memperhatikan aturan minum dari setiap obat yang digunakan agar tujuan penggunaan obat dapat tercapai secara maksimal.
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya Interaksi obat dan makanan:
1. Jagalah obat tetap berada di dalam wadah / tempat aslinya sehingga memudahkan untuk mendapatkan informasi mengenai obat pada label obat.
2. Bacalah label obat dengan teliti, apabila kurang memahami dapat ditanyakan kepada apoteker atau dokter
3. Baca aturan pakai, perhatian dan peringatan interaksi obat yang tercantum dalam label dan wadah obat.
4. Sebaiknya minum obat dengan segelas air putih
5. Tanyakan kepada apoteker atau dokter mengenai informasi tentang makanan, minuman dan suplemen serta yang harus dihindari ketika meminum obat.
Semoga Artikel Interaksi Obat dan Makanan ini berguna untuk kita semua.