Friday, September 14, 2012

polisasuransi, program, dana, pensiun, sequislife, kesehatan, terbaik

Persiapkan Jaminan Dana Pensiun Anda Sejak Dini

Apakah yang tergambar dalam pikiran anda membaca kata : PENSIUN?

Istilah "pensiun" yang tergambar bagi beberapa orang adalah seorang karyawan di sebuah  instansi pemerintah atau perusahaan swasta yang menyudahi masa baktinya, berusia sudah tua dan tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kelanjutan kehidupannya :)

Namun gambaran seperti itu dapat ditepis dengan mempersiapkan segala kemungkinannya sedini mungkin, saat anda masih berkarya atau bekerja!

 “Saya dulu pensiunan perusahaan A atau departemen B.” 
Kalimat ini kerap kita dengar saat seseorang membanggakan masa pengabdiannya di satu perusahaan, terlebih perusahaan itu adalah perusahaan yang bonafide.

Bagi pekerja atau karyawan yang memiliki tunjangan hari tua, saat pensiun itu tiba tentu masih bisa bernafas lega karena kebutuhannya masih bisa terpenuhi dari uang pensiunan yang diterimanya.

Namun, tak semua pegawai atau karyawan yang sudah purnatugas mempunyai bekal pensiun atau bahkan tidak menerima tunjangan apapun.

Pensiun pun bukan mutlak bagi mereka yang bekerja di satu perusahaan atau instansi, Seorang wiraswasta pun yang membangun usaha secara pribadi, suatu saat juga harus memikirkan masa tua yang damai tanpa beban finansial.

Sisihkan Pendapatan Abadi bagi diri anda sendiri

Seperti yang dilansir Training for Excellence dalam tulisannya yang mengemukakan seorang karyawan harus menyadari kebutuhan masa depannya, apabila merasa tempat dia bekerja saat ini tidak memberi tunjangan hari tua yang memadai.

Atau, perusahaan tempat dia bekerja hanya sekadar memberi tunjangan atau ucapan terima kasih sebesar dua kali atau tiga kali gaji saat karyawan tersebut menyudahi masa baktinya. 

Dengan kata lain, karyawan ini memasuki masa pensiun hanya berbekal uang seadanya, sementara kebutuhan hidup pada saat itu sudah pasti akan terus meningkat!

Sebab itu, mengelola keuangan untuk menciptakan dana pensiun pribadi di masa depan menjadi satu hal yang perlu diperhatikan. “Pensiun bukan hanya bagi karyawan saja, seorang wiraswasta juga harus berpikir kapan dirinya akan pensiun.”

Apabila saat ini masih aktif sebagai karyawan, saat ini pula karyawan tersebut harus tumbuh kesadarannya untuk menyiapkan kebutuhan hari tua dengan melakukan investasi dan memanfaatkan sebagian gaji bulanan.

Taruhlah gaji bulanan yang diterima Rp. 5 juta per bulan, jangan sampai seluruh gaji tersebut ludes untuk memenuhi kebutuhan harian atau gaya hidup.

Digambarkan pula melalui diagram yang dinamai dompet dana. Pengisian dompet ini menggunakan sepenuhnya dana yang disisihkan untuk investasi.

Biasanya perencana keuangan menyarankan 20%-30% dari pendapatan bulanan yang kita terima, disisihkan untuk tabungan maupun investasi atau dana abadi.

Maka 20%-30% dana bulanan yang disisihkan tersebut dapat dipecah dengan menyisihkan 20% lagi untuk mengisi dompet keamanan dalam hal ini portofolionya bisa berbentuk tabungan, deposito ataupun dana investasi seperti asuransi dana pensiun.

Adapun 80% tersisa, masing-masing 40% dapat disisihkan untuk dompet pertumbuhan dengan portofolio investasi bisa berbentuk perhiasan, reksa dana atau obligasi dan 40% sisanya lagi disisihkan untuk mengisi dompet investasi dengan pertumbuhan yang pesat dengan produk investasi berupa saham atau produk lain.

Besarannya memang tidak harus sama seperti ini, tergantung investasi mana yang menguntungkan.

Ikut Program Investasi Dana Pensiun

Jika anda ingin berinvestasi, anda tetap harus memperhatikan faktor kemampuan, keamanan, likuiditas, profitabilitas, serta sesuai dengan prinsip moral dan sosial. 

Melalui langkah ini, diharapkan dana yang dimiliki seorang karyawan berkembang selama menjalani masa kerja hingga akhir masa baktinya.

Kadang, tak semua orang memiliki kemampuan mengelola uang yang memadai. Jangan khawatir, karena saat ini beberapa perusahaan juga mulai mengembangkan program Dana Pensiun berupa tabungan atau asuransi yang dikelola oleh perusahaan yang ingin memperoleh jaminan hari tua.

Jaminan ini diperuntukan bagi karyawan yang telah memperoleh jaminan pensiun melalui perusahaan tempat dia bekerja maupun yang belum memperoleh jaminan pensiun sama sekali dari perusahaannya. 

Namun persoalannya, saat ini belum semua masyarakat mengerti program ini karena tingkat pemahaman dan kesadaran yang masih kurang mengenai kebutuhan hari tua.

Saat ini PT. Sequislife telah memiliki program dan produk khusus tentang dana persiapan pensiun tersebut. 

Jika anda atau perusahaan anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang program dana pensiun yang paling menguntungkan, silahkan hubungi kami disini.
READ MORE -

Persiapkan investasi sebelum keluar negeri-polis-asuransi

polisasuransi, asuransi, kesehatan, investasi, terbaik
Persiapkan Investasi Sebelum Bekerja di Luar Negeri

Indonesia adalah negara yang luar biasa indahnya dengan segala kekayaan alam dan sumbernya. 
Namun bagi beberapa orang, pesona negeri lain yang jauh (luar negeri) masih menjadi magnet tersendiri .
Alasannyapun bermacam-macam, mulai dari ingin mengetahui tempat-tempat yang eksotis hingga ingin mencari peruntungan untuk menyambung hidup atau bekerja menjadi pekerja biasa di luar negeri tersebut atau biasa disebut dengan TKI (Tenaga Kerja Indonesia)

Sebagian orang beranggapan bahwa tinggal dan bekerja di luar negeri adalah pengalaman yang menyenangkan.
Padahal kenyataannya bekerja di luar negeri tidak sama halnya seperti berlibur ke luar negeri.
Ketika liburan, Anda sudah memiliki “anggaran”  tertentu untuk bersenang-senang dan pergi ke tempat-tempat yang menarik, dan tentunya dengan kenangan yang menyenangkan.
Akan tetapi tentu saja akan berbeda jika kita akan tinggal di luar negeri untuk waktu yang lama atau bekerja di luar negeri. 


Jadi, jika ingin bekerja diluar negeri, apa saja yang harus dipersiapkan?
 
1. Ketika menerima penawaran pekerjaan di luar negeri, bandingkan antara gaji dan biaya hidup di negara tujuan. Nominal yang besar (jika di Rupiahkan) belum tentu sebanding dengan biaya hidup di  negara tersebut. Pastikan ada sisa minimal 10% dari penghasilan untuk diinvestasikan/ ditabung setiap bulannya. 

2. Mintalah keterangan detail mengenai asuransi kesehatan dari perusahaan, karena ada beberapa negara yang tidak menerima asuransi dari Indonesia dan biaya perawatan rumah sakit rata-rata sangat tinggi.
3. Bukalah rekening tabungan dan investasi beserta fasilitas internet banking. Ini akan sangat berguna untuk kebutuhan finansial anda pada saat berada di luar negeri. Fasilitas ini sangat dibutuhkan agar anda dapat membeli produk investasi secara rutin. 

4. Perhatikan kebutuhan asuransi, baik asuransi jiwa maupun jaminan kesehatan. Jika anda membutuhkan asuransi jiwa, pastikan anda sudah memilikinya sebelum berangkat ke luar negeri karena sebagian besar asuransi membutuhkan medical check up dalam memproses polis asuransi

5. Tetap berinvestasi di Indonesia.

Walaupun anda berpenghasilan dalam mata uang asing, sebaiknya anda tetap berinvestasi di Indonesia. Pilihannya banyak, bisa investasi reksadana atau yang lainnya
6. Perhatikan biaya dari bank yang anda gunakan jika mengkonversikan rekening mata uang asing ke rupiah. Jika biaya transaksi cukup tinggi, Anda dapat berinvestasi dalam jumlah besar setiap 3-6 bulan sekali sehingga tidak harus membayar biaya transaksi setiap bulan. 


7. Ungkapan Don’t get carried away, sepertinya benar adanya.  Jika kita tinggal di luar negeri dan sudah memiliki penghasilan yang bagus, maka akan banyak sekali godaan untuk berlibur maupun menghabiskan uang dengan berbagai cara.

Ini tentu saja boleh, tapi anda harus ingat untuk mempersiapkan diri untuk kembali ke Indonesia suatu hari nanti, ini juga diperlukan dana yang tidak sedikit. 
Mulailah persiapkan diri untuk membeli rumah atau aset yang berharga ketika nanti akan pulang ke tanah air.

READ MORE - Persiapkan investasi sebelum keluar negeri-polis-asuransi

 
 
 

Sitti